Kacang Bogor Istana Camilan Istimewa Khas Bogor

INFO WISATA- Kacang yang Dipakai Bukan Asli Bogor

Kacang-Bogor-Istana_medium.jpg
Sumber foto istimewa

Salah satu kudapan yang nama akhirnya menggunakan kata ‘Bogor’ selain talas dan asinan adalah kacang. Mengapa dinamakan seperti itu? Apakah asli dari Bogor? Barangkali pertanyaan itu atau pertanyaan lainnya yang muncul di benak Anda terkait Kacang Bogor. Yang pasti, bila Anda sedang berlibur di Bogor, sempatkan untuk mencicipi kacang yang bercitarasa khas ini. 

Kacang Bogor ini paling mudah kita temui di sekitaran Jalan Baru kedung badak, Bogor, pada awal bulan Februari hingga bulan April, karena pada bulan itulah masa panen Kacang Bogor.  Mengingat masa panenya yang jarang dan sangat terbatas, maka dibuatlah Kacang Bogor goreng. yang salah satu merk-nya adalah Kacang Bogor "Istana". Outlet resmi dari Kacang Bogor dan Stik Talas Bogor 'Istana' ada di Jalan Babakan Raya Nomor 37, Darmaga atau bisa juga di gerai Bolu Talas Sangkuriang.

Berbeda dengan Kacang Bogor goreng lainnya Kacang Bogor Istana digoreng menggunakan Minyak goreng Barco kualitas no 1 dan dilanjutkan dengan meng-Oven Kacang Bogor yang sudah digoreng tersebut. Tujuan peng-ovenan adalah untuk mengurangi minyak goreng yang terserap pada Kacang dan membuat Kacang Bogor lebih renyah. Kacang Bogor Istana tersedia dengan beraneka macam rasa, mulai dari original, keju, balado hingga barbaque. Kacang Bogor ini bisa anda dapatkan dengan harga Rp 17.500. Bersamaan dengan Kacang Bogor, anda bisa memilih Stik Talas.

Meskipun disebut Kacang Bogor, kacang ini bukan asli Bogor. Asalnya dari Afrika Barat. Kacang yang memiliki nama Latin vigna suterranea ini mirip kacang tanah namun lebih tahan banting karena dia bisa hidup di lahan yang miskin hara. Polong yang berisi kacang sebagaimana kacang tanah masuk ke dalam tanah hingga waktunya dipanen. Lemak yang dikandung Kacang Bogor tak sebanyak kacang tanah, hanya separuhnya yaitu berkisar 6%-12%. Selain itu, biji Kacang Bogor mengandung protein yang kaya akan asam amino metionin sekitar 14%-24% dan karbohidrat kurang lebih 60%.

Sebenarnya Kacang Bogor bisa dimakan mentah saat biji kacang belum tua sehingga masih lunak. Dia akan mengeras saat sudah tua dan kering seperti kacang hijau atau kedelai. Di Bogor, kacang ini biasanya direbus dan digarami kemudian dijajakan berkeliling pakai kereta dorong.

Selain menjajakan Kacang Bogor, pedagang keliling biasanya juga menjual kacang tanah. Mereka kadang bisa ditemui sedang mangkal di dekat Taman Topi, seberang rumah sakit BMC, di sekitar Pasar Bogor dekat Pintu 1 Kebun Raya, dan di beberapa tempat lain. Ada kalanya kita tidak menjumpai mereka karena sedang berkeliling.

Kacang Bogor juga diolah sebagai kudapan kering. Berbeda dengan Kacang Bogor yang hanya direbus dan digarami sehingga tidak tahan lama, Kacang Bogor yang dioven bisa tahan berbulan-bulan. Kacang oven ini bisa dibeli di toko-toko jajanan dalam bentuk kemasan plastik yang tidak begitu besar. Namun bila ingin membeli dalam jumlah sesuai yang kita inginkan misalnya setengah atau satu kilogram, Kacang Bogor kiloan ini bisa dibeli di kios-kios makanan kering yang di semua pasar utama Bogor ada, baik di wilayah Kota Bogor maupun Kabupaten Bogor. Pasar Gembrong, Pasar Anyar, Pasar Bogor, dan Pasar Ciawi adalah beberapa di antaranya yang bisa disebut.

Meskipun bukan asli Bogor tetapi Kacang Bogor merupakan salah satu cemilan khas Kota Hujan ini yang sering dijadikan buah tangan. Bahkan kadang-kadang orang-orang dari luar kota minta dikirimi atau dioleh-oleh Kacang Bogor bila ada teman atau kerabatnya yang pulang dari Bogor. Dari segi harga lumayan mahal bila dibandingkan kacang tanah. Hal ini wajar karena pembudidayaan Kacang Bogor tidak sebanyak kacang tanah sehingga pasokannya tidak melimpah. sekian informasi dari kami, semoga artikel ini bermanfaat bagi sobat. salam hangat(ssk)

Tags:
Anda belum dapat berkomentar. Harap Login terlebih dahulu

Komentar

  • Belum ada komentar !