Domba Garut, Dikembangkan Sejak Zaman Kolonial Belanda

KABUPATEN Garut tidak hanya dikenal panorama alam hijaunya yang memanjakan mata, tapi Kota Dodol di bawah Gunug Cikuray inipun dikenal dikenal dengan penghasil Domba Garut yang memiliki postur tubuh berbeda dengan domba yang ada di Indonesia.

Usaha ternak domba di Kabupaten Garut telah lama dikembangkan oleh peternak di pedesaan yang hampir tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Garut, baik sebagai usaha pokok maupun usaha sampingan yang dipadukan dengan usaha tani.

Salah satu keistimewaan ternak Domba Garut yaitu ternak domba jantan dengan anatomi tanduknya yang bermacam-macam, tubuhnya serta tempramen/sifat-sifat yang spesifik sebagai domba adu dan terkenal dengan domba tangkas dan sekarang lebih dikenal dengan domba laga, karena domba adu memiliki konotasi yang kurang baik di masyarakat.

Disebut domba tangkas karena memiliki seni ketangkasan yang dipadukanengan seni pancak silat dan dikatakan domba laga karena berlaga dilapangan yang menarik perhatian orang banyak serta memiliki unsur seni yang indah dipandang.

Seni ketangkasan Domba Garut merupakan salah satu kegemaran dan kebangaan tersendiri bagi para peternak domba di Garut.

Domba Garut dipelihara secara khusus dan mendapat perlakuan istimewa dalam pemeliharaannya, terutama dalam membentuk tanduk agar memiliki temperamen yang indah dan gagah.

Seni ketangkasan Domba Garut ini merupakan ajang kontes dalam memilih bibit sebagai raja dan ratu bibit ternak domba Garut, karena setiap event pertandingan ternak domba yang bagus sangat mendapat sorotan setiap peternak dan penggemar dengan sendirinya bahwa ternak tersebut memiliki harga yang sangat tinggi.

Sehingga tak heran bila harga domba adu yang menang kontes adu ketangkasan bisa mencapai puluhan juta, bahkan dalam kondisi tertentu bisa menembus ratusan juta.

Pakar domba, Prof. Didi Atmadilaga dan Prof. Asikin Natasasmita menyebutkan, Domba Garut merupakan hasil persilangan antara domba lokal. Domba Ekor Gemuk dan Domba Merino yang dibentuk kira-kira pada pertengahan abd ke 19 (±1854) yang dirintis oleh Adipati Limbangan Garut.

70 tahun kemudian yakni pada 1926, Domba Garut telah menunjukan suatu keseragaman. Bentuk tubuh Domba Garut hampir sama dengan domba lokal dan bentuk tanduk yang besr melingkar diturunkan dari Domba Merino, tetapi Domba Merino tidak memiliki “insting” beradu yang memiliki berat badan mulai dari 40 kg hingga 80 kg.

Kini Domba Garut telah menjadi kebanggan dan ikon Kabupaten Garut yang dibudidayakan masyarakat Garut.

Domba Garut tidak hanya dapat meningkatkan kesejahteraan peternak tetapi juga menjadi tujuan wisata pelancong luar Garut yang ingin melihat cara beternak domba, hingga melihat penampilan Domba Garut yang makin mempesona.  (irgun)

Anda belum dapat berkomentar. Harap Login terlebih dahulu

Komentar

  • Belum ada komentar !