Berem Khas Majalengka, memiliki rasa yang Unik. Wajib cobain!

Hallo sobat IWON, kali ini ada informasi tentang oleh-oleh khas Majalengka. yuk simak!

berem-camilan-baheula-yang-tetap-bertahan-yax.jpg

Sumber : foto istimewa

Maraknya aneka macam camilan kekinian, tak lantas membuat makanan tempo dulu benar-benar menghilang. Berem, adalah salah satu camilan baheula yang sampai kini masih tetap bertahan di Kabupaten Majalengka. Dari segi nama, Berem mungkin masih sangat asing, berbeda dengan Brem produksi Madiun. Namun, dari sisi rasa, Berem Majalengka tidak kalah dengan Brem Madiun.

Perbedaan penyebutan lebih dikarenakan dari bahasa yang digunakan masyarakat setempat. Kabupaten Majalengka, yang didominasi oleh masyarakat Sunda, lebih mudah melafalkannya dengan sebutan berem dibanding brem. Dari segi rasa, ketika mencicipi Berem Majalengka, lidah Anda dipastikan akan bergoyang. Sensasi dingin dan rasa manis, dengan sedikit perpaduan rasa asam, Berem Majalengka sangat cocok untuk menjadi teman setia saat Anda menikmati secangkir kopi. "Rasa manis ini ditimbulkan oleh ragi, bukan dari bahan pemanis. Karena dalam prosesnya, kami menggunakan ragi. Kalau disimpan di kulkas, akan lebih enak lagi. Untuk bahan baku sendiri, Berem ini dibuat dari beras ketan," kata pembuat Berem

Dengan sensasi rasa yang dipastikan membuat ketagihan, untuk menikmati camilan tradisional yang sudah diwariskan secara turun-temurun ini, Anda tidak perlu merogoh uang dalam jumlah besar, bahkan terbilang sangat murah. Ya, untuk satu Berem berbentuk pipih ini, Anda hanya cukup mengeluarkan uang Rp250. "Kami jualnya per biji, bukan per bungkus. Satu biji Berem seharga Rp250 saja," ujar dia. Penasaran dengan sensasi Berem? Jangan khawatir. Karena pada hari Minggu, Miskah biasa menjajakannya di alun-alun Majalengka. Atau kalau tidak sabar, Anda bisa datang langsung ke kediamannya di Blok Rajakepok, Desa Bantrangsana, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka.

Sekian dari kami,semoga bermanfaat. (ssk)

Anda belum dapat berkomentar. Harap Login terlebih dahulu

Komentar

  • Belum ada komentar !